Showing posts with label daily thoughts. Show all posts
Showing posts with label daily thoughts. Show all posts

Thursday, 16 April 2009

Sehat itu mahal--dan ini bukan sekedar kata-kata klise


“Whether it’s the best or the worst time, it’s the only time you got” –Art Buchwald

Baru-baru ini aku sakit. Well, rasanya sejak beratku turun 3 kilo aku memang jadi gampang sakit. Sekitar 3 minggu yang lalu aku kena penyakit yang berhubungan sama pencernaanku, yang bikin aku harus bolak-balik ke kamar mandi setiap 5 atau 10 menit sekali, dan dengan wajah yang pastinya jelek banget karena meringis sampe sulit buat bedain yang mana dahi, pipi, dan daguku saking merengutnya (a little hiperbolic, but I mean it^^). Sampe-sampe aku berpikir mendingan sakit lambungku yang kumat daripada sakit yang ini yang kumat. Setelah melewati 3 jam yang serasa 3 tahun yang penuh derita, akhirnya aku bisa tidur dan waktu bangun badan udah terasa mendingan. Horraaayyy!!! Kupikir deritaku berhenti sampe di situ, and I already said goodbye to that damn sickness dan kembali berkutat ria sama tugas-tugas kuliah yang bejibun seperti biasanya.

Ternyata aku terlalu cepat senang. Tepat seminggu yang lalu, waktu aku lagi kuliah studio 6 SKS yang sangat ‘mengasyikkan’ (dalam banyak arti), aku mulai ngerasa kayaknya maag akut alias sakit lambungku mau kumat karena aku lupa (sebenarnya sengaja dilupakan karena nyaris telat^^) sarapan. Karena udah pengalaman 3 tahun, aku langsung beli makan dan ga lupa minum obat maag dulu sebelum makan. Wah, aku udah PD banget sakitku ga bakal kumat. Yah, kalaupun kumat paling aku cukup membungkuk-bungkuk megangin perut selama beberapa menit lah, habis itu langsung fit dan lanjut ngerjain tugas.


Be careful what you wish for. Aku kena karma beneran deh. Sakit lambungku kumat!!! Jadilah aku meringkuk-ringkuk tak berdaya kayak trenggiling yang ngerasa kena bahaya. 5 menit...masih oke...masih bisa ketawa-ketawa sama teman-teman..... 15 menit...lumayan oke, masih bisa becanda ngaomentari temanku yang rada lugu (luemot dan guoblok)......30 menit...mati aku, bahkan ngikik aja bikin sakit di daerah perutku tambah parah. Gawat, gawat, ada yang ga beres. Ini ga kayak sakit lambungku yang biasa. Sakitnya lebih mengiris-ngiris, menohok-nohok, seolah-olah ada palu kasat mata yang mukul-mukul perutku dari luar dan dalam. Dan yang sakit perut bagian kanan bawah. Usus buntu? I dunno.


Akhirnya aku menyerah! Aku ngacir pulang, kembali k
e pelukan guling-guling di kasurku yang empuk! Berbaring selalu jadi obat ampuh untuk hampir semua penyakitku, jadi kupikir ga perlulah lama-lama aku menderita. Ternyata oh ternyata, sakitku bukannya reda tapi tambah parah!!! No way!!! God, what’s wrong with me?? Kalau gini caranya aku ga akan bilang mendingan sakit lambung daripada sakit pencernaan.


Setelah dikonfirmasi ke sumber yang dapat dipercaya, muncullah sebuah kesimpulan: GINJAL-ku bermasalah.


Ya ampun, kok rasanya semua organ tubuhku ngantri buat kena sakit satu-satu. Dan lagi, apa tadi? G-i-n-j-a-l??? Ga keren banget (hush, mana ada sakit yang keren! Kecuali sakit mendadak kaya^^). Yang lebih ngeselin lagi, ginjalku tercinta itu sakit gara-gara aku kurang minum air. Yep, aku paling ga kuat minum air. Kalau dihitung-hitung mungkin aku cuma minum sekitar 3 gelas sehari, setelah makan. Padahal aku sering minum obat yang dosisnya tinggi-tinggi. Jadilah ginjalku ngambek karena bebannya jadi berat banget.


Dulu aku sering ngeremehin makan dan minum. Kalau diingetin, “ntar sakit lho...”, biasanya aku jawab, “kemarin aku telat makan ga pa-pa tuh, aku kan kuat, hehehe...” Setelah beberapa kali kumat, akhirnya aku dibilangin gini, “tuh kan. Belum tentu kamu ga kumat sekali artinya kamu baik-baik aja. Itu ibaratnya sakitnya ngutang, jadi numpuk-numpuk dulu di dalam tubuhmu, terus ntar tiba-tiba kumat parah.”


Sekarang kata-kata itu aku ingat terus (thanks to Joe Yabuki!), dan selalu kupake setiap kali ada temenku yang suka pake alasan yang sama kalau kuingetin makan.


Aku juga sempet berpikir, ”why me?”. Padahal ada banyak temanku yang juga ga hobi minum (sekalinya minum malah minum soda atau mabok sekalian), tapi mereka ga pernah kenapa-kenapa tuh. Heran kan? Yah, God works in a mysterious way. Mungkin juga penyakit mereka juga ngutang, sekarang bisa aja mereka baik-baik aja, tapi siapa yang tahu gimana keadaan mereka 5 atau 10 tahun ke depan? Kita semua tahu soda itu ngerusak tulang dan daging, sementara miras? Siap-siap aja lambung jebol.


Sehat itu mahal, teman-teman. Bisa aja cuma karena hal kecil yang kita anggap remeh banget, suatu saat kita harus ngeluarin duit banyak buat nyembuhinnya. Ga mau banget jadi kanker (alias kantong kering) cuma gara-gara kurang minum atau sok selalu kenyang kayak aku kan?


So, mari sama-sama menjaga kesehatan. 4 sehat 5 sempurna, makan dan tidur teratur, olahraga teratur, dan jangan lupa yang paling penting: ibadah dan berdoa yang teratur. Karena sebenarnya kesehatan itu ga lain adalah pemberian-Nya.


Kita aja yang bandel suka nolak kado yang dikasih ”gratis” itu.


Wednesday, 25 February 2009

being different is not easy



Di dunia ini banyak manusia aneh.

Itu yang kakakku dulu pernah bilang. Dia bilang gitu karena aku takjub waktu ngeliat video-video aneh yang ada di laptopnya. Beneran deh, banyak manusia aneh di dunia ini. Ada orang yang bisa menghipnotis lalat (lalatnya jadi mau disuruh muter-muter bola pake kaki mereka dengan posisi badan terbalik, kayak sirkus aja), ada orang yang punya tangan super cepat (saking cepatnya gerakan tangannya sampai ga keliatan waktu dia nyusun gelas-gelas jadi tumpukan-tumpukan yang rapi), dan lain-lain. Dia juga bilang gitu waktu aku dengar cerita pengalamannya waktu di Amerika, dia bilang ada salah satu temannya yang keturunan Indian asli, yang bisa baca pikiran orang. Awalnya dia ga percaya, tapi setelah kakakku coba langsung, ternyata cowo Indian itu beneran tahu apa yang ada di pikirannya waktu itu!

Aku sendiri ngerasa cukup banyak mengenal orang-orang yang aneh. Malah ada yang bilang aku ini magnet orang-orang aneh, karena dia pikir aku sering dikelilingi orang-orang yang aneh.

Well, sebenarnya orang-orang di sekitarku ga terlalu aneh. Ga satupun dari mereka bisa menghipnotis binatang, dan ga juga bisa baca pikiran. Aku ga punya teman-teman dengan kemampuan aneh bin ajaib seperti itu. Terus, kenapa teman-temanku disebut aneh?

Kepribadian mereka yang “agak berbeda” dari orang-orang kebanyakan.

Aku kenal orang-orang yang ngerasa berada di tubuh yang salah, masochist, schizo, sampai yang punya orientasi seksual yang ga seperti orang lain (dan anehnya aku kenal banyak orang jenis ini).

Temanku yang masochist, dia “hobi” ngiris pergelangan tangannya sendiri, terutama kalau dia lagi kalut. Dia baru bisa merasa kalau dia benar-benar hidup waktu darah keluar dari kulitnya. Tanpa ngelakuin itu tiap hari, dia merasa mati, kosong, dan ga ada di dunia. Dia juga ngelakuin itu waktu dia lagi punya masalah berat atau sakit hati. Karena dia bilang, rasa sakit yang dia rasakan di tangannya jauh lebih “menyenangkan” daripada sakit hati yang dia rasakan. Mungkin sebenarnya dia bukan masochist, tapi penderita Borderline Personality Syndrom, tapi aku ga yakin itu (aku ga ahli psikologi). Dia sendiri ngerasa dirinya normal.

“I’m not sick, I’m just a little different. Maybe.”

Walaupun aku memohon-mohon biar dia ga nyakitin dirinya sendiri lagi, dia ga bisa berhenti. Ada dorongan kuat dari dalam dirinya yang ga bisa mencegah itu.

Sahabatku yang schizo, dia salah satu sahabat yang paling kusayang sedunia. Dari luar, ga akan ada yang tahu kalau dia “sakit”. Dia kelihatan seperti orang-orang lain. Dia bicara, makan, dan bekerja seperti orang-orang lain.

Satu hal yang kecil yang berbeda dari dia yang mungkin disadari orang-orang di sekitarnya, dia workaholic. Dia bisa kerja seminggu penuh dengan total jam tidur cuma 5 jam atau bahkan ga tidur sama sekali. Dia kerja seperti robot. Orang-orang mungkin berpikir kalau dia memang pekerja keras, apalagi bidang kerjanya di Arsitektur bikin dia harus disiplin sama waktu.

Tapi ada sesuatu di balik itu yang ga dia bilang ke orang-orang. Setiap hari dia harus berhadapan sama “orang-orang”, “hal-hal”, dan “suara-suara” yang ga disadari orang lain, tapi selalu ada di sekitarnya, 24 jam penuh. Dia perlu mengalihkan pikirannya sendiri dari semua itu, makanya dia bener-bener berusaha menyibukkan diri. Dan kenapa dia amat sangat jarang tidur? Pertama, dari kecil memang dia punya kecenderungan insomnia (the same thing that I have). Yang kedua, dia takut tidur. Kalau dia tidur, dia bakal ketemu sama “dirinya” yang lain. Dan dia ga pernah bisa “menang” dari dirinya yang lain itu. Dia takut ga bisa bangun lagi begitu dia tidur.

Makanya, sering banget dia kerja gila-gilaan tanpa tidur seminggu penuh, sampai akhirnya beberapa bulan yang lalu dia collapse dan masuk rumah sakit. Sekarang dia diwajibin minum obat tidur setiap 3 hari sekali sama dokternya, ga peduli sesibuk apa pun dia waktu itu.

Yang terakhir, teman-temanku yang punya orientasi seksual yang berbeda, baik gay maupun lesbian.

Orang-orang lain mungkin nganggap mereka menjijikan, tapi buatku mereka sama seperti manusia lain, cuma ”sedikit berbeda”. Dan sedikit complicated.

Dulu aku cuma tahu tentang itu dari film-film, dan aku ga pernah terlalu mikirin soal hal itu. Tapi setelah aku kenal langsung sama orang-orang seperti itu, bahkan jadi sahabat mereka, aku jadi sadar, menjadi berbeda itu ga mudah. Sama sekali ga mudah.

Mereka ga pernah bisa bener-bener jadi diri mereka. Mereka terus nyembunyiin hal itu, bahkan dari sahabat terdekat mereka. Waktu akhirnya mereka jujur, aku tanya ”Kenapa ga bilang dari dulu?”

”Karena aku ga mau kamu menjauhi aku.”

Alasan yang simple, tapi aku bener-bener tertohok waktu dengar jawaban itu.

Padahal mestinya mereka tahu, se”berbeda” apa pun mereka dari orang lain, aku ga akan jauhi mereka.

Tapi begitulah, semua orang yang ”berbeda” pasti punya ketakutan seperti itu. Ga semua orang berpikiran terbuka. Dan ga semua orang bisa menerima perbedaan.

Dan akhir-akhir ini, aku sedikit (sebenarnya sangat) muak sama orang-orang yang ga bisa menerima perbedaan kayak gitu. Begitu tahu ada orang yang sedikit berbeda, mereka langsung menjauh, melabeli mereka seenaknya seolah-olah mereka itu bukan manusia, seolah-olah mereka itu noda yang ga boleh ada, yang mestinya disingkirkan.

Apa sih definisi normal?

Orang-orang cenderung menganggap apa yang disebut normal itu adalah apa yang dianut mayoritas.

Lalu yang minoritas dianggap apa? Sampah?

Kakakku dari kecil sering bilang ke aku, ”Kalau kamu mau orang lain percaya sama kamu, kamu harus bisa percaya orang lain.”

Seandainya semua orang punya prinsip seperti itu, mestinya hidup kita damai-damai aja. Ga perlu lah kita menghina atau ngomong jelek soal mereka yang dengar hal-hal yang ga didengar orang lain, atau yang suka sama jenisnya sendiri. Mereka toh ga menyakiti siapa pun.

Dalam hati aku mikir, mungkin justru karena kita sendiri orang-orang yang berbeda itu jadi semakin ”parah”. Seandainya kita menerima mereka dengan tangan terbuka dan berempati, mereka ga perlu merasa buruk, kotor, dan ngerasain sakit dari kata-kata tajam dan tatapan-tatapan merendahkan yang dihadiahkan ke mereka.

Semua orang memang punya pendapatnya sendiri-sendiri. Dan hak setiap orang juga buat nentuin apa yang mau mereka lakukan.

Tapi, semua orang juga punya hak untuk menjadi diri mereka sendiri kan?

Semoga kita semua bisa jadi orang yang bijaksana dalam memandang hidup.

Friday, 13 February 2009

hajimemashite, zihuatanejo desu

Life is an irony.

makin lama aku main yakin kalau itu benar. contoh yang paling gampang:

waktu kuliah lagi padat-padatnya, dengan dosen-dosen baik hati yang ngasih tugas gila-gilaan yang bikin mahasiswanya lupa makan dan tidur (bahkan mandi^^), rasanya pengen cepet liburan. biar bisa santai tanpa dirongrong deadline-deadline mematikan yang hobinya ngejar-ngejar sambil bawa scythe seperti shinigami.

tapi begitu liburan tiba, saat tas kuliah ditelantarkan di pojok kamar, buku-buku referensi terbuang entah ke mana, dan semua alat tulis dan gambar (termasuk rapido, kalkir dan laptop) tersimpan dengan manis di tempatnya tanpa disentuh sama sekali, penyakit baru pun melanda....

penyakit bosan, saudara kembar beda rahim-nya penyakit malas (see? dua-duanya sama-sama lima huruf. kebetulan yang indah)

hari-hari kerjaannya cuma makan, tidur, ngenet, baca komik, tidur lagi....

rasanya hampa juga ga ada si tugas dan si deadline yang jago bikin lingkaran hitam di bawah mata semakin gede.

semua novel udah dibaca, semua komik udah dilahap, film-film dan anime-anime keren udah selesai didownload dan ditonton, apa lagi yang bisa dilakukan?

let's try to do some blogging....

paling ga ada tambahan kegiatan selain makan dan tidur^^

minna-san, yoroshiku onegaishimasu....

met liburan untuk men-charge badan sebelum kembali ke semrawutnya dunia kuliah.


-World is all that is the matter- wittgenstein